Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan. Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru.... dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw.
Inilah jalan kami.... Ahlussunnah Waljama'ah


Shalawat Fatih

Shalawat Fatih






اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ ‍ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى اِلى صِرَاطِك َالْمُسْتَقِيْم وَعَلى الِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ


"Ya Allah, Limpahilah Rahmat ke atas Junjungan Muhammad, yang membukakan apa yang tertutup, yang menamatkan apa yang terdahulu, yang membela kebenaran dengan kebenaran, yang memberi petunjuk kepada jalan-Mu yang lurus.

Dan ke atas keluarganya bersesuaian dengan pangkat dan kedudukannya yang tinggi."

KEUTAMAAN :

10 komentar:

  1. Semoga Rabb mengampuni kita semua,
    Ketika turun ayat perintah untuk bersholawat kepada kepada Nabi, maka para sahabat bertanya, "Bagaimana kami harus bersholawat kepadamu ya Rasul..?" Dan Nabi menjawab Allahumma sholli 'alaa muhammadin wa'alaa aali muhamadin.

    Tapi saat ini kita banyak yang lancang, bacaan sholawat sudah diatur oleh Rabb dan Rasulnya tapi malah bikin sholawat sendiri-sendiri yang gak ada dalil dari Nabi.

    Redaksi sholawat dari nabi lebih afdhol dari sholawat karangan siapapun. Jika kita mengaku pengangung sunnah, maka segera tinggalkan yang bid'ah. Tinggalkan sholawat lain2 dan kembali kepada sholawat yang ada dalil shohih dari Nabi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawaban saya sudah banyak di wakilkan... makasih saudaraku....

      Memang banyak yang mengatakan atijani sesat... saya pernah pelajari tarekat ini tapi saya tidak masuk dalam tarekatnya... berdasarkan hasil diskusi saya pada pemuka atijani... maka tarekat atijani lurus dan tidak sesat

      Hapus
    2. Sholawat esesinya adalah do'a,
      berdo'a adalah kemerdekaan dan kebebasan hati dan fikiran dalam menyampaikan dengan gaya bahsa dan kata-kata indah dan pujian, yang lahir dan timbul dari kecintaan hati nurani.

      Kedalama cinta terhadap Nabi saw, sangat sulit dan tidak cukup di ungkapkan dengan kata-kata, dan para ulama telah merealisasikan rasa cintanya dengan gaya dan dedikasi nya atas kecintaan tsb, melaui ungkapan sholawat-2 yang indah dan bersahaja, hingga ia mampu ditemui dan bertemu dengan Rasulullah saw yang dicintainya melaui doa dan shalawat nya.

      itulah Janji Rasulullah saw yang pasti. Bahwa umatnya yang bersholawat kepada nya sama seperti bershalawat ketika Beliau saw masih hidup. Dan andai kita saat ini berada bersama Rasulullah saw, sudah pasti akan penuh kekaguman dan rahsa cinta yang disampaikan kepada Rasulullah saw, sebagai mana para shohabat dahulu menyampaikan rahsa cintanya kepada Rasulullah saw dengan berbagai cara.

      maka sholawat adalah penyampaian rahsa cina dan isi hati kepada Rasulullah saw, sebagai mana ketika Beliau saw masih hidup. Tak ada bid'ah daam sholawat, kcuali hati sempit dan kerdil, pelit untuk mencintai Rasulullah dan bertemu dengan nya, sebagai mana janjinya.

      salam,

      Hapus
  2. Assalamu 'alaikum

    Untuk antum agitfrenstore, saya mau sedikit menambahkan apa yang telah antum katakan.

    Sholawat Fatih bukanlah sholawat yang dibuat sendiri ataupun dibuat"
    Tapi memang benar ada sanad yang sambung langsung ke baginda Rasulullah SAW terhadap Syekh Ahmad At Tijany (sesuai thoriqoh At Tijany)

    Jangan dengan kita baru membaca & mempelajari hadits baginda Rasulullah SAW, kita sudah berani memvonis suatu ajaran.
    Karena orang yang antum vonis pasti juga mempunyai dasar yang kuat.

    Jika bid'ah yang menjadi permasalahan,
    berarti selama ini telah hidup dalam bid'ah yang sangat parah
    Kita pergi ke masjid menggunakan motor/mobil yang harusnya dengan unta
    Adzan menggunakan sound system yang semestinya seorang bilal bersuara lantang di atas menara masjid
    Al Qur'an dicetak dengan mesin offset di atas kertas HVS yang harusnya dicetak di atas lembaran kulit dan ditulis dengan tangan
    Kita belajar membaca Al Qur'an dari Iqro', Al Barqi, Tilawati, dsb. Yang sudah jelas tidak ada di jaman baginda Rasulullah SAW.

    Islam tidak sesempit itu,
    masih amat sangat banyak jenis & tingkatan ilmu yang belum kita ketahui
    Jadi mari kita perbanyak ilmu kita dengan belajar kepada orang yang lebih dulu tahu tentang islam (para muqodam)

    BalasHapus
  3. betul2 jangan asal menuduh bid'ah dulu, ketok gobloke...diperdalam dulu apa yang akan kita vonis baru mencetuskan

    BalasHapus
  4. Agit: saya rasa beliau lebih alim dan lebih berpengetahuan. para alim ulama dan para orang sholeh dunia pun mengakui kesholehan dan keilmuan beliau yang mengajarkan pertama kali sholawat ini dari pada anda dan guru anda yang belum teruji kealiman dan kesholehannya oleh para ulama dunia.bahkan beliau lebih hafal banyak hadist shahikh maupun dhoif beserta sanadnya juga beliau lebih faham betul ilmu- ilmu fiqih dari semua mazhab,beliau juga mempunyai ketakutan yang luar biasa terhadap kemurkaan tuhannya daripada anda dan guru anda.janganlah terlalu berani mengecap masalah dengan dasar bid'ah tanpa di dasari dengan pengetahuan agama yang dalam. hati-hati menyalahkan seseorang karena tanpa ilmu yang dalam,karena beliau orang alim dan sholeh yang tentu di cintai oleh ALLAH S.W.T salah-salah berbalik malah kita yang mendapat murka Allah S.W.T (Nauzubillah min zhalik). dengan di dasari cinta persaudaraan yang di ajarkan oleh Nabi kita, maka sesama saudara al fakir hanya mengingatkan(bukan mengajarkan)dengan rasa cinta kepada saudaraku agit.

    BalasHapus
  5. stop membid'ahkan sesama muslim

    BalasHapus
  6. mbok sing rukun..... podo Islame.

    BalasHapus
  7. ass wr wb...
    saya baru mau mengamalkannya...jadi setiap habis sholat fardhu, saya selalu bershalawat fatih sebanyak 40X. apakah itu boleh dan gmana hukumnya...terimakasih.
    wass wr wb.

    BalasHapus
  8. menurut saya semua solawat kepada nabi itu bagus... yang jelek yang ga baca solawat....

    BalasHapus

Kumpulan Mahalul Qiyam MP3

Al Quran Online