Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan. Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru.... dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw.
Inilah jalan kami.... Ahlussunnah Waljama'ah


Mawlid sebagai Penangkal Bala' dan Wabah

Pembacaan mawlid Junjungan Nabi SAW telah lama dianjurkan oleh para ulama kita (baca: ulama Ahlus Sunnah wal Jama`ah , bukan Sunnah wal Jamaah atau Salafi jadi-jadian) sebagai wasilah memohon keselamatan dunia dan akhirat melalui Junjungan Nabi SAW dan cinta kasih kepada baginda. 
 
Maka tercatatlah dalam karya agung Sayyidisy Syaikh Abu Bakar Syatho al-Bakri ad-Dimyathi rahimahUllah, "I`aanatuth Thaalibiin" jilid 3 halaman 414 akan perkataan ulama besar yang masyhur lagi harum namanya, Imam Jalaluddin as-Sayuthi rahimahUllah, sebagai berikut:-

Telah berkata Sulthanul-'Arifin Jalaluddin as-Sayuthi dalam kitabnya berjodol "al-Wasaail fi syarhisy Syamaail":-

"Tidak ada sebuah rumah atau masjid atau tempat yang dibacakan padanya Mawlidin Nabi SAW melainkan dikerumuni para malaikat akan mereka yang ada di tempat tersebut dan Allah akan menebarkan rahmatNya kepada mereka. Para malaikat yang berkalungkan cahaya - iaitu Jibril, Mikail, Israfil, Qarbail, 'Aynail, ash-Shaafun, al-Haafun dan al-Karubiyyun - maka bahawasanya mereka berdoa bagi orang yang menjadi sebab untuk pembacaan Mawlidin Nabi SAW. Tidak ada seseorang muslim yang dibacakan dalam rumahnya akan Mawlidin Nabi SAW melainkan Allah selamatkan penghuni rumah tersebut daripada kemarau, wabak, kebakaran, malapetaka, bala bencana, kesengsaraan, permusuhan, hasad dengki, kejahatan 'ain (sihir pandangan) dan kecurian. Apabila dia mati, Allah akan mempermudahkan atasnya menjawab soalan Munkar dan Nakir dan adalah dia ditempatkan pada kedudukan as-shidq di sisi Allah Raja yang Maha Berkuasa."
Juga diceriterakan oleh Habib 'Ali bin 'Abdul Qaadir al-Habsyi dalam karya beliau "al-Mawaaizh al-Jaliyyah minal Majaalisil 'Aliyyah" akan perkataan Shohibul Mawlid, Habib 'Ali bin Muhammad al-Habsyi seperti berikut:- 
 
"Dahulu tempat kami sering dilanda berbagai penyakit, dan juga berbagai kekacauan. Namun setelah diadakan mawlid, semua penyakit dan kekacauan itu hilang. Sebagai gantinya kehidupan agama menjadi bersemangat, dakwah tersebar luas dan hasilnya pun nampak dengan jelas."

Marilah kita semarakkan majlis-majlis mawlid Junjungan Nabi SAW, kerana dalamnya terdapat sholawat dan mahabbah kepada Junjungan SAW juga permohonan keselamatan duniawi dan ukhrawi. Mudah-mudahan dengan berkat jah Junjungan Nabi SAW dicurahkan ke atas kita dan sekalian umat ini akan hujan rahmat yang berkekalan serta dihilangkan segala malapetaka dan wabak penyakit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kumpulan Mahalul Qiyam MP3

Al Quran Online