Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan. Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru.... dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw.
Inilah jalan kami.... Ahlussunnah Waljama'ah


Nur Muhammad s.a.w.w. 4




Syaikh Isma`il bin 'Abdul Qadir al-Fathani menyebut dalam nota no.4 di tepi kitab karangannya yang berjodol "Tabshiratul Adaani bi alhaan Bakurah al-Aamaani" mukasurat 9, antara lain:-

  • .... Adapun barang yang termasyhur bahawasanya dijadikan beberapa banyak alam ini daripada Nur Nabi kita s.a.w., maka yang zahir bagi hamba bahawasanya bukanlah dijadikan suku-suku nur itu akan alam, hanya dimulakan dia daripadanya dan dijadikan dia dengan sebabnya.

Syaikh Isma`il yang terkenal sebagai seorang yang 'alim lagi 'allamah merupakan seorang ulama asal Fathani yang hidup dan mengajar di Makkah. Beliau terkenal sebagai seorang yang amat mahir dalam ilmu tawhid dan merupakan guru kepada ramai ulama kita di Tanah Melayu, antaranya ialah Tuan Guru Haji 'Abdullah bin Tuan Guru Haji 'Abdur Rahman, Lubok Tapah, Pasir Mas, Kelantan (mudah-mudahan hayatnya dipanjang dan dipelihara Allah). Jadi Syaikh Pak Da 'Eil al-Fathani juga antara ulama yang tidak menolak konsep Nur Muhammad sebagai makhluk yang pertama dijadikan Allah dan menjadi sebab bagi wujudnya sekalian alam. Tidaklah ulama yang mahir dalam ilmu tawhid ini menolak konsep tersebut dan difahami daripada kata beliau makna sekalian alam dijadikan daripada Nur Muhammad itu ialah dimulakan segala ciptaan dengan Nur Muhammad dan Nur Muhammad inilah yang menjadi sebab bagi wujudnya sekalian alam.
Allahumma sholli wa sallim 'ala Nuril Anwar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kumpulan Mahalul Qiyam MP3

Al Quran Online