Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan. Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru.... dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw.
Inilah jalan kami.... Ahlussunnah Waljama'ah


Tembang Lir Ilir


Lir ilir lir ilir tandure wus sumilir...
(Sayup-sayup bangun dari tidur, tanaman-tanaman sudah mulai bersemi).
Maksudnya,agar orang-orang Islam segera bangun dan bergerak.

Tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar...
(demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru)
Maksudnya agama Islam digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati bagi siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya.

Cah angon, cah angon,penekna blimbing kuwi...
(Anak-anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu)
Maksud anak gembala disini adalah para pemimpin.Dan belimbing adalah buah bersegi lima,yang merupakan simbol dari lima rukun islam dan sholat lima waktu.Jadi para pemimpin diperintahkan untuk memberi contoh kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar.

Lunyu lunyu yo peneken kanggo mbasuh dodotira...
(walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian kebesaran) Maksudnya memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya/jalannya licin.Karena agama itu seperti pakaian bagi jiwanya.

Dodotira... dodotira... kumitir bedah ing pinggir...
(Pakaian-pakaian yang koyak disisihkan)
Maksudnya,Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama,sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.

Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore...
(Benahilah untuk menghadap Gusti/Allah nanti sore)
Maksudnya,agar orang memperbaiki kehidupan beragama yang telah rusak dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar,untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti/akherat.

Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane...
(Selagi sedang terang rembulannya, selagi sedang banyak waktu luang
Selagi masih banyak waktu, selagi masih banyak kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu dan bertaubatlah)

Yo surak'o surak hiyo...
(Mari bersorak-sorak ayo)
Maksudnya,bergembiralah,semoga kalian mendapat anugerah dari Tuhan.Disaatnya nanti datang panggilan dari Yang Maha Kuasa.

[Tembang Lir Ilir karya Sunan Kalijaga]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kumpulan Mahalul Qiyam MP3

Al Quran Online