Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan. Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru.... dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw.
Inilah jalan kami.... Ahlussunnah Waljama'ah


SHOLAWAT BURDAH


Burdah Indonesia Version


Burdah Manca

Burdah artinya mantel, dapat juga diartikan shifa (kesembuhan). Imam Busyiri adalah seorang penyair yang suka memuji raja-raja untuk mendapatkan uang. Kemudian beliau tertimpa sakit faalij (setengah lumpuh) yang tak kunjung sembuh walaupun sudah berobat ke dokter manapun.

Tak lama kemudian beliau mimpi bertemu Rasulullah S.A.W. yang memerintahkannya untuk menyusun syair ang berisi pujian kepada Rasulullah. Maka beliau mengarang Burdah dalam 10 pasal pada tahun 6-7 H. Seusai menyusun Burdah, beliau kembali mimpi bertemu Rasulullah yang menyelimutinya dengan Burdah (mantel). Ketika bangun, sembuhlah beliau dari sakit lumpuh yang dideritanya.

Qoshidah Burdah ini.....
tersebar ke seluruh penjuru bumi dari timur sampai barat. Bahkan disyarahkan oleh sekitar 20 ulama, diantaranya yang terkenal adalah Imam Syaburkhiti dan Imam Baijuri.
Habib Husein bin Mohammad Alhabsyi (saudara Habib Ali Alhabsyi sohibul maulid Simtud Duror) biasa memimpin Dalail Khoiroot di Mekkah. Kemudian beliau mimpi bertemu Rasulullah yang memerintahkannya untuk membaca Burdah di majlis tersebut. Dalam mimpi tersebut, Rasulullah berkata bahwa membaca Burdah sekali lebih afdol daripada membaca Dalail Khoiroot 70 kali.

Ketika Hadramaut tertimpa paceklik hingga banyak binatang buas berkeliaran di jalan, Habib Abdulrahman Al Masyhur memerintahkan setiap rumah untuk membaca Burdah. Alhamdulillah, rumah-rumah mereka aman dari gangguan binatang buas.
Beberapa Syu’araa (penyair) di zaman itu sempat mengkritik bahwa tidaklah pantas pujian kepada Rasulullah dalam bait-bait Burdah tersebut diakhiri dengan kasroh/khofadz. Padahal Rasulullah agung dan tinggi (rofa’). Kemudian Imam Busyiri menyusun qoshidah yang bernama Humaziyyah yang bait-baitnya berakhir dengan dhommah (marfu’).

Imam Busyiri juga menyusun Qoshidah Mudhooriyah. Pada qoshidah tersebut terdapat bait yang artinya,

“Aku bersholawat kepada Rasulullah sebanyak jumlah hewan dan tumbuhan yang diciptakan Allah." Kemudian dalam mimpinya, beliau melihat Rasulullah berkata bahwa sesungguhnya malaikat tak mampu menulis pahala sholawat yang dibaca tersebut.

Habib Salim juga bercerita tentang seseorang yang telah berjanji kepada dirinya untuk menyusun syair hanya untuk memuji Allah dan Rasulullah. Suatu ketika ia tidak mempunyai uang dan terpaksa menyusun syair untuk memuji raja-raja agar mendapat uang. Ia pun bermimpi dan Rasulullah berkata, ”Bukankah engkau telah berjanji hanya memuji Allah dan Rasul-Nya?! Aku akan memotong tanganmu.”

Kemudian datanglah Sayidina Abu Bakar r.a meminta syafaat untuknya dan dikabulkan oleh Rasulullah. Ketika ia terbangun dari tidurnya, ia pun langsung bertobat. Kemudian ia melihat di tangannya terdapat tanda bekas potongan dan keluar cahaya dari situ.

Habib Salim mengatakan bahwa Burdah ini sangat mujarab untuk mengabulkan hajat-hajat kita dengan izin Allah. Namun terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi. Yaitu mempunyai sanad ke Imam Busyiri, mengulangi bait ” maula ya solli wa sallim “, berwudhu, menghadap kiblat, memahami makna bait-bait, dibaca dengan himmah yang besar, beradab, dan memakai wewangian.


(Disampaikan di Majlis Burdah Hb Syekh Alaydrus Jl. Ketapang Kecil Surabaya).

3 komentar:

  1. Apakah periwayatan itu di atas dapat dibenarkan tentang?
    Rasullah meminta seseorang untuk dibuatkan pujian. Padahal Rasulullah semasa hidupnya tidak gila sanjungan, setelah bertemu dengan kekasihnya Allah yang maha segala-galanya, minta di sanjung melalui mimpi seseorang. Aku berlindung kepada Allah tentang hal ini. dan semoga Allah selalu menunjukkan jalan yang lurus pada kita semuanya (Umat Islam). Mohn ma'af atas komentar ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. selalu saja ada orang yang selalu menanyakan shoheh dan tidaknya suatu hadist, suatu hal yang sunnah di ributkan terus, kadang, hadist di riwayatkan bisa jadi untuk membangkitkan semangat persatuan ummat, namun, sebagian orang mencela tentang ke bid'ahan, apalagi yang mencerca tentang berpegang pada qur'an dan hadist, dan inilah, ummat Muhammad yang akhirnya terpuruk, dan memalukan sekali, tidak ada orang yang berpengetahuan dan berpandangan ke depan, bagaimana cara memanjukan ummat Muhammad seperti masa kejayaannya dulu, namun sekarang yang ada hanya saling merasa diri paling benar, padahal belum pernah tau syurga dan neraka, sampai-sampai berani mengkafirkan ummat Islam lainnya, gila, setahu saya, nabiullaah Muhammad SAW pada masa hidup beliau, tidak pernah menghujat suatu bentuk budaya ummat lain, dan bahkan pada masa pemerintahan beliau, di madinah, di situ ada orang yahudi, nasrani, dan ummat-ummat lain yang memiliki beragam kepercayaan, namun di lindungi oleh Nabi, dan saya, sebagai ummat Buddha, sangat mengagumi beliau, pertanyaannya, kenapa saya menganut Buddha ?, karena dari sinilah saya juga berdakwah mengenalkan keistimewaan seorang manusia yang sangat welas asih, saya mempelajari kehidupan Muhammad, dan mengagumi cara-cara beliau berdakwah, tidak ada kekerasan dalam dakwahnya, dan sekarang, saya baru meneliti kebenaran agama yang di bawa oleh Muhammad, kalau memang Muhammad benar, tentunya ummatnya tidak se egois seperti ini, saling menyalahkan dan saling mencela antar aliran, sungguh berbeda sekali dengan ajaran Muhammad, beginilah manusia, selalu merasa diri paling benar dengan mengedepankan kitabnya, padahal kitab Muhammad itu sangat luar biasa, apakah memang seperti itu kah ummat Muhammad di masa sekarang ini ?... maaf, saya hanya menyindir perilaku ummat Muhammad yang saling gontok-gontiokan tentang kebenaran masing-masing, dan masing-masing sama-sama berpegang pada kitab... hahahaaaaaa

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus

Kumpulan Mahalul Qiyam MP3

Al Quran Online