Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan. Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru.... dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw.
Inilah jalan kami.... Ahlussunnah Waljama'ah


Dan Binatangpun Mencintai Rasulullah SAW


Sebagaimana Al Imam Abdurrahman Ad Dibaa’i menjelaskan riwayat hamba-hamba yang cinta kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka ketika onta-onta mendekati Madinah Al Munawwarah, berkatalah Al Imam Abdurrahman Ad Dibaa’i,“ Jangan kau pegangi onta yang sedang mengarah ke Madinah karena onta itu bergegas dengan kencang, dan jangan tahan kekencangannya karena yang mengendalikannya adalah rindunya kepada Sayyidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ”.

Ketika memasuki Kota Madinah Al Munawwarah, onta-onta itu pun mengalirkan air mata hingga saat ini. Mengapa? karena mengetahui bahwa itu adalah kota Sayyidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Apakah binatang-binatang mengenal Beliau SAW ?

Jawabannya adalah ya , karena memang hewan mengenal beliau , tumbuhan mengenal beliau, bebatuan mengenal beliau , langit dan bumi, semuanya mengenal beliau SAW , sebagaimana sabda nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari :

‏ ‏إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا ‏جِبْرِيْلَ ‏فَقَالَ إِنِّيْ أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيْلُ ‏‏ثُمَّ يُنَادِيْ فِي السَّمَاءِ فَيَقُوْلُ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ فُلّانًا فَأَحِبُّوْهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ
“Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku mencintai fulan maka cintailah dia! maka Jibril pun mencintainya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia! maka Para penghuni langitpun mencintainya”

Maka orang yang paling dicintai Allah adalah sayyidina Muhammad SAW.

Diriwayatkan dalam sirah (sejarah) Nabi SAW, bahwa ada seekor onta besar yang mengamuk di Kota Madinah Al Munawarah. Tentunya jika binatang mengamuk maka ia akan beringas. Mulut onta itu berbusa karena marah, dan onta itu pun dijerat di dalam suatu kandang. Akhirnya dilaporkan bahwa ada onta besar di Madinah mengamuk yang kabarnya sampai kepada Rasulullah SAW.

“ Tunjukkan aku pada onta itu ”, perintah Rasulullah SAW.

Maka sahabat berkata, “ onta itu dijerat dalam kandang ini wahai Rasulullah” .

Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat kembali , “Bukalah pintunya”.

Maka sahabat pun berkata, “ wahai Rasulullah , onta itu sedang mengamuk dan beringas , nanti ia akan melukaimu”.

Seketika itu Rasulullah SAW berkata dengan tegas, “ bukakan pintunya!!. Semua hewan, tumbuhan dan semua makhluk Allah mengenal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam".

Ketika pintu kandang itu dibukakan , onta yang tadinya berada jauh dari pintu itu kelihatan sedang beringas , merah matanya dan berbusa mulutnya, ketika melihat wajah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam , ia pun tertunduk-tunduk dan lari mendekat serta mencium kaki Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Ia telah  melihat wajah Sayyidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam , wajah makhluk yang paling indah dari semua makhluk ciptaan Allah , orang yang paling ramah dan tenang, dan onta itu pun tahu bahwa inilah pimpinan seluruh manusia , orang yang paling dicintai Allah .

Kita bisa bayangkan seekor binatang yang sedang mengamuk, mungkin disini kita jarang melihat onta , jika kita melihat kuda atau kerbau yang mengamuk saja tentunya kita akan risau , padahal onta jika berdiri tingginya dua kali lebih tinggi dari kerbau. Bayangkan saja jika mengamuk maka seperti apa buasnya.

Dalam keadaan seperti itu ia berlari tertunduk-tunduk mendekat lalu menciumi kaki Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, hilang marahnya ketika memandang wajah Sayyidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.


Habib Munzir Al Musawwa

Sumber:
http://mushollarapi.blogspot.com/2011/02/dan-binatangpun-mencintai-rasulullah.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kumpulan Mahalul Qiyam MP3

Al Quran Online