Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan. Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru.... dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw.
Inilah jalan kami.... Ahlussunnah Waljama'ah


Diringankan siksa Abu Lahab krn BerMaulid

Ayo Baca Maulid

 
Umat Islam pada saat ini berada pada kondisi pertentangan antara orang yang mendukung dan menolak, antara yang mengatakan sunnah dan bid’ah. Sehingga mereka lupa akan esensi pokok yaitu umat islam haruslah berada dalam satu barisan. Diantara hal yang sering dipertentangkan adalah masalah maulid. Pembacaan/ peringatan maulid maulid adalah dilakukan untuk mengenang dan memuliakan nabi Muhammad. Hal ini dapat dilakukan kapan saja, hanya pada bulan kelahiran nabi peringatan ini kelihatan lebih semarak.

Al-Qur’an mengisyaratkan tentang cerita maulid dan pengagungan Nabi Muhammad dalam surah Shaf :6 “dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata.

Ketika Rasulullah datang ke Maddinah Ia mendapatkan orang yahudi sedang berpuasa 'Asyura, Rasulullah bertanya kepada mereka dan mereka menjawab "Hari terserbut adalah hari Allah menenggelamkan fir'aun dan Allah selamatkan Nabi Isa A.S, kami berpuasa karena bersuykur kepada Allah.
Hadist ini menunjukan ungkapan rasa syukur dengan melakukan ibadah seperti puasa, sholat dll. Dan ungkapan rasa syukur dan kegembiraan tersebut juga terlihat dengan keberadaan sang nabi yang mulia, dengan mengadakan maulid, bersholawat dan memberi makan kepada orang lain.
Dan adalah Rasulullah mengagungkan hari kelahirannya dengan berpuasa dihari senin. Beliau mengatakan “ pada hari ini aku dilahirkan dan pada hari ini wahyu diturunkan kepadaku”
 
  Al-imam Syamsuddin Muhammad bis Nasir uddin ad-Dimasyqi membuat sebuah syair :
 
 “apabila orang kafir ini

Yang telah di cela dengan tabbat yadahu


Kekal didalam neraka

Ia pada hari senin

Dringankan karena gembira dengan adanya Muhammad

Bagaimana orang selalu gembiira Dengan Nabi

Dan Meninggal bertauhid meninggal.
 
Dari dahulu sampai sekarang ada orang yang mengatakan bahwa peringatan maulid itu tidak ada asalnya  dan tidak pernah dilakukan pada masa-masa Awal. Sehingga mereka mengatakan bahwa maulid itu bid’ah, sesat, bahkan Haram . Kalau memang demikian, niscaya apa yang telah dilakukan oleh para sahabat adalah bid’ah, seperti mengumpulkan al-quran yang dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar, dan masih banyak hal lain yang bisa masuk dalam kategori bid’ah ini. Maka dari itu haruslah dibedakan mana bid’ah yang baik dan bid’ah yang tercela.

Alangkah indahnya yang diungkapkan oleh Imam Syafi’i: “ sesuatu yang baru dan berlawanan dengan al-qur’an, hadist, ijma’ dan atsar, itulah yang dinamakan bid’ah yang sesat. Adapun sesuatu kebaikan yang baru dan tidak bertentangan dengan hal tersebut maka itu terpuji.   Sebagian orang mengatakan peringatan maulid dan berdiri ketika asroqol adalah pengkultusan kepada nabi"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kumpulan Mahalul Qiyam MP3

Al Quran Online