Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan. Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru.... dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw.
Inilah jalan kami.... Ahlussunnah Waljama'ah


Mengapa Kita Bersholawat



Terdorong dari sabda Baginda SAW yang artinya “janganlah kalian mejadikan makamku sebagai tempat bersenang-senang, namun justru perbanyaklah sholawat atasku !! Sesungguhnaya sholawat yang kalian sampaikan aku terima ( sampai kepadaku ) dimanapun kamu berada”. Tersirat pula bahwa Baginda Nabi SAW bersabda, telah bersabda jibril As : “Sesungguhnya aku memberi kabar gembira kepadamu bahwa sungguh Allah Swt berfirman, “Barangsiapa menyampiakan salam kepadamu maka aku sampaikan salam kepadanya, dan orang yang bersholawat kepadamu, aku berikan sholawat kepadanya”. (Hadist Qudsyi)
Sabda Baginda Nabi SAW pula : bersabda Sayyiduna Jibril As : ” Wahai muhammad tiada seorang yang bersholawat kepada paduka kecuali 70.000 malaikat bersholawat atas orang tersebut, dan siapa yang bersholawati oleh malaikat maka ia tergolong dari penghuni surga”.
Kemudian Baginda Nabi SAW pun pernah bersabda : “Siapa orang yang bersholawat atasku satu kali, Allah Swt sampaikan sholawat atasnya 10 kali, siapa yang bersholawat atasku 100 kali Allah Swt sampaikan sholawat atasnya 100 kali, siapa orang yang bersholawat atasku 100 kali Allah Swt mencatatnya tergolong dari orang yang jauh dari kemunafikan dan bahaya api neraka, serta kelak digolongkan bersama para syahid, perbanyaklah sholawat atasku, setiap namaku disebut sesungguhanya itu menjadi pelebur dari macam-macam keburukan kalian”.
Sebuah kabar gembira dari Baginda Nabi SAW, dirawayatkan : “Siapa orang yang bersholawat atasku setiap hari 100 kali, maka tidaklah ia wafat kecuali sebelumnya akan mengetahui tempatnya kelak disurga”.
Dalam sebuah hadits yang lain diriwayatkan pula : “Siapa orang yang bersholawat atasku setiap hari 100 kali, maka Allah Swt akan mengkabulkan 100 hajatnya, yang teringan dari hajat tersebut bahwa ia akan dibebaskan dari api neraka”.
Demikian penjabaran dari Yang Mulya Asy Syekh Yusuf Bin Ismail Al Nabhany RA.
Kemudian Imam Asy Syakhowi RA menukilkan dari sayyiduna Imam Ali Karrahmallahu Wajhah As Ra, beliau pernah berkata : “Andai aku tidak khawatir lupa akan dzikir kepada Allah Azza Wajalla maka tidak aku dekatkan diri kecuali dengan sholawat atas Nabi SAW, karena pernah kudengar Baginda SAW bersabda : “Bersabda Sayyidunna jibril As : “Wahai Muhammad Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla Berfirman : “Siapa orang yang bersholawat kepada paduka 10 kali sungguh wajib baginya aman dari Murka-Ku”.
Semoga Allah Swt membuka hati agar semua tergolong dari ahli sholawat dan tergolong peraih Syafa’at Rosulullah SAW, Amiin Yaa Rabbal ‘Alamiin Bijahi Sayyiduna Muhammadin Tohal Amiin SAW.
Di ketik Oleh : Al-Habib Abdul Qodir bin Al Imam Al Hafidz Al Musnid Al Qutub Prof DR. Al Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bin Ahmad Bil Faqih Al-Alawy RA

Sumber http://majelisremajacintasholawat.blogspot.com/2009/10/mengapa-kita-bersholawat.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kumpulan Mahalul Qiyam MP3

Al Quran Online