Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan. Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru.... dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw.
Inilah jalan kami.... Ahlussunnah Waljama'ah


Ilmu Wafaq part 1

Wafaq secara harfiyah berarti جَعَلَهُ مُوَافِقًا أو مُلائِمًا yaitu menjadikan sesuatu itu selaras, cocok, sesuai, harmonis... sedangkan, secara umum Wafaq berarti suatu tulisan yang terdiri dari angka-angka dan atau huruf-huruf yang disusun secara sistematis mengikuti kaidah yang telah ditentukan untuk membentuk pola energy yang diinginkan yang dapat digunakan sebagai sarana penyembuhan, perlindungan, keselamatan, kemudahan rizki dll. sesuai keinginan si pembuat wafaq. Sebagian kita mungkin bingung dengan kerancuan istilah wafaq/wafak/awfaq/aufaq/rajah/isim/syakal/dairoh/khatim dll.. Mari kita perjelas… AWFAQ adalah bentuk jamak dari WAFAQ. Sedangkan WAFAK atau AUFAK adalah transliterasi yang salah dari WAFAQ. Seperti beberapa kasus saya temukan, ada yg menyebut HIZIB dengan HIJIB, AYAT KURSIY dengan AYAT QURSY, dll. Hati-hati… salah istilah, bisa salah makna… Sedangkan ISIM secara harfiyah berarti NAMA, banyak masyarakat menyebut JIMAT dengan ISIM. Mungkin karena didalam jimat itu tertulis nama-nama Allah, makanya disebut ISIM.. SYAKAL berarti BENTUK.. saya pribadi menyamakan istilah RAJAH dengan SYAKAL.. karena rajah dan syakal bentuknya tidak selalu terdiri dari kotak-kotak angka dan atau huruf.. terkadang berupa symbol atau gambar mistik. DAIROH biasanya berbentuk lingkaran, juga dipenuhi dengan huruf-huruf dan angka-angka atau kalimat-kalimat suci. Sedangkan KHATIM berarti cincin, biasanya bentuknya tidak rumit, tetapi menjadi faktor kunci untuk mengakses energynya.. biasanya ditatah pada perak, tembaga atau bahan logam lainnya dan dijadikan cincin. OK, setelah kita mengerti apa wafak itu, sekarang kita mempersiapkan diri kita untuk mempelajari ilmu wafak ini lebih dalam.. Ilmu wafaq pada prakteknya akan berhubungan dengan tulis-menulis atau gambar menggambar.. seluruh komponen yang berhubungan dengan hal tersebut akan mempengaruhi pola energy yang akan terbentuk. Komponen-komponen tersebut biasanya terdiri dari: * Jenis pena * Jenis tinta * Jenis objek penulisan (kertas/logam/kulit dll.) * Kalimat/angka/huruf yang dituliskan * Cara penulisan (memutar, persegi, matematikal dll) * Waktu/saat penulisan dilakukan (bulan/hari/ jam tertentu, dibawah rasi bintang tertentu, teknik nafas tertentu dll) * Arah hadap penulisan (barat, timur, utara, selatan, qiblat dll.) * Jenis bukhur untuk mengasapi wafaq * Serta kemampuan pembuat wafaq dalam men-charge dan mengkunci energy kedalam wafaq. Bagi seorang master ilmu wafaq / ilmu rajah, seluruh komponen itu diperhitungkan masak-masak untuk membentuk suatu pola tertentu untuk keperluan tertentu.. semakin lengkap dan tepat komponennya, maka akan semakin fokus dan semakin kuat daya pengaruh wafaq/rajah nya. Bagi beberapa master lain, mereka sudah tidak terikat lagi pada aturan-aturan baku dalam penulisan rajah/wafaq, mereka akan kontak dengan ruh orang yang meminta wafaq dan sang master akan menangkap getaran ruh tersebut yang kemudian akan ia cari getaran di dimensi tinggi yang sesuai untuk memecahkan problem orang tadi, setelah dapat getarannya, sang master akan mengubah getaran tadi menjadi gerakan dan gerakan tadi tertuang dalam tulisan rajah yang ia buat.. secara lahiriah mungkin tidak bisa terbaca oleh orang awam, terlihat seperti coretan asal-asalan saja.. tetapi sesunggunya ia mengandung energy yang tepat dan sesuai untuk memperbaiki ‘ketidakselarasan’ yang dialami oleh orang yang meminta wafaq tadi.. Tentu saja bagi kita yang ingin mempelajari ilmu wafaq tidak mesti langsung menguasai semua komponen diatas,, olehkarena nya, dibuatlah tingkatan2 dalam mempelajari ilmu wafaq dari BASIC sampai ADVANCED. Dalam level basic/dasar, kita akan membahas hal-hal yang fundamental dahulu, yang paling penting. Kita tidak akan membahas masalah aturan falakiyyah, pemilihan tinta, pena, media, serta bukhur yang rumit. Mungkin dibahas tetapi sekilas saja.. Ada 2 hal DASAR yang harus dikuasai oleh seseorang yang berniat mempelajari ilmu wafaq, yaitu: 1. Harus bisa baca dan tulis huruf dan angka arab 2. Harus hafal kaidah abjadiyyah Apa yang dimaksud dengan KAIDAH ABJADIYYAH? kaidah abjadiyyah adalah urut-urutan huruf dalam bahasa arab. Urut-urutan huruf ini berbeda dengan apa yang sekarang dikenal oleh masyarakat umum... kebanyakan orang memakai urut-urutan huruf arab sebagai berikut: ALIF-BA-TA-TSA-JIM dst... kita dalam ilmu hikmah, memakai kaidah urut-urutan yang sudah berusia sangat tua... yaitu "kaidah abjadiyyah" yang biasa dihafal dengan sebutan berikut:
ABAJADUN HAWAZUN HATHOYA KALAMANUN SA'A-FA SHUN QOROSYUN TA TSA KHO DZUN DLO ZHO GHUN nah, sampai sini, silahkan dihafalkan dulu kaidah abjadiyyah nya... HARUS BENAR-BENAR HAFAL... tidak hanya hafal bunyinya saja, tetapi hafal penulisannya juga.... saya wanti-wanti nih, soalnya klo ga hafal kesananya bakal kesulitan bener deh... OKE? oh iya, berikut ini ada mp3 lagu anak2, hehe... mereka menghafalkan kaidah abjadiyyah dengan dinyanyikan,, saya pikir klo memang membantu mempermudah hafalan knapa tidak? hehe.. silahkan di donlot di: Code: http://www.zid*du.com/download/3842669/track2.MP3.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kumpulan Mahalul Qiyam MP3

Al Quran Online