Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan. Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru.... dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw.
Inilah jalan kami.... Ahlussunnah Waljama'ah


Qasidah Burdah


Maulaaya shalli wa sallim daa-iman abada "ala habiibika khayril-khalqikullihimi huwal-habiibul-ladzii turja syafaa"atuhu likulli hawlin minal-ahwaali muqtahami


Itulah sebagian bait qashidah BURDAH, yang ta asing lagi di telinga kita.Maknanya,"Wahai Tuhanku, limpahkanlah shalawat dan salam kepada kekasih-MU,sebaik-baik mahluk semuanya.Dialah kekasih yang diharapkan pertolonganya, untuk semua ketakutan yang menimpa."

Qashidah Burdah memang selalu didengungkan oleh para pecintanya di setiap saat.itu menunjukkan,kaum muslimin di berbagai lapisan menerima qashidah. Di berbagai negara islam, baik di negeri-negeri Arab maupun "ajam,ada majelis-majelis khusus untuk pembacaan Burdah dan penjelasan bait-baitnya. Tak henti-henti muslimin di seluruh penjuru dunia menjadikanya sebagai luapan kerinduan akan pertemuanya dengan Nabi.
Qashidah Burdah memang di kenal akan keindahan kata-katanya. Dr.De Sacy, seorang ahli bahasa arab di universitas Sorbone, Prancis, memujinya sebagai karya puisi terbaik sepanjang masa.
Qashidah Burdah adalah salah satu karya paling populer dalam khazanah sastra Islam. Isinya, sajak-sajak pujian kepada Nabi Muhammad SAW. pesan moral, nilai-nilai sepiritual, dan semangat perjuangan, hingga kini masih sering di bacakan di berbagai Pesantren salaf dan pada peringatan maulid Nabi. Qashidah ini telah di terjemahkan kedalam berbagai bahasa, seperti Persia,Turki, Urdu, Punjabi, Swahili, Pastum, Melayu, Sindi, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia.
Di Hadramaut dan banyak daerah Yaman lainya,diadakan pembacaan qashidah Burdah setiap subuh hari jumat atau ashar setiap selasa. Sedangkan ulam Al-Azhar di mesir banyak yang menghususkan hari kamis untuk pembacaan Burdah dan mengadakan kajian serta penjelasan tentangnya.Sampai kini masih diadakan pembacaan Burdah di masjid-masjid besar di kota Mesir, seperti masjid Imam Al-Husain,masjid As-Sayyidah Zainab.
Di negeri Syam (Syiria), majlis-majlis qashidah Burdah juga di adakan di rumah-rumah dan di masjid-masjid yang di hadiri ulama besar.Di Maroko pun biasa diadakan majlis-majlis besar untuk pembacaan qashidah Burdah.
Ada majlis-majlis khusus untuk pembacaan Burdah dan penjelasan bait-baitnya yang diadakan di sebagian besar negara Islam Arab dan 'Ajam (non-Arab), bahkan di berbagai negara lain di dunia, termasuk Amerika.
Di pesantren-pesantren di Indonesia, qashidah Burdah di baca secara rutin setiap malam jum'at dan malam senin.Tak hanya itu ,ketika umat mengadakan hajatanatau menghadapi situasi kritis,qashidah Burdah biasanya dibaca,dengan harapan tercegah dari malapetaka dan marabahaya.
Disamping di apresiasi, qashidah Burdah pun diterjemahkan dan dijelaskan maksudnya.
Qashidah Burdah terus bergema, melantunkan senandung kerinduan dan puja'an.
Selain kata-katanya yang sangat indah, qashidah Burdah juga berisi do'a-do'a yang bisa memberi manfa'at pada jiwa.Karena itu tak mengherankan jika banyak ulama memberikan catata-catatan khusus tentang Burdah, baik dalam bentuk syarh (komentar) maupun hasyi-yah (catatan kaki atau catatan pinggir).
sangat banyak karya syarh atas Burdah,dan banyak pula di antaranya yang ta diketahui lagi siapa pengarangnya. yang bisa di catat dan di ketahui namanya karena menjadi bahan kajian di beberapa universitas di antaranya adalah syarh karya Imam jalaludin Al-Mahalli (wafat tahun 864 H/1460 M), Imam Zakariya Al-Ansari(wafat tahun 926 H/1520 M) Syaikh Ahmad bin Muhammadbin Hajar Al-Haitami (wafat tahun 973 H/1566 M) Imam Al-Qasthalani(wafat tahun 923 H/1517 M), Syeikh Malla Ali Al-Qari AL-Hanafi (wafat tahun 1014 H/1605 M), Syaikh Ibrahim Al-Bajuri(wafat tahun 1276 H/1860 M).
Dr. Zaki Mubarak, ahli sastra Arab dan Mesir,dalam karyanya, Al-Madaih An-Nabawiyyah, menyebutkan, gaya puisi Al-Burdah banyak mempengaruhi karya-karya kemudian.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kumpulan Mahalul Qiyam MP3

Al Quran Online