Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan. Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru.... dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw.
Inilah jalan kami.... Ahlussunnah Waljama'ah


Kata-kata mutiara para ulama'



Imam An-Nasafi berkata: "Mazhab kami benar, mungkin saja keliru dan mazhab yang menyalahi kami keliru, mungkin saja benar" (Al-Fawaidul Makiyah:Hal.16)


Imam Ibnu 'Arabi berkata: "Tidak matang seorang alim itu hinggalah dia tidak mempunyai sifat fanatik mazhab." (Qawasim al-'Awasim)


Imam Sufyan Al-Tsauri berkata: "Jika kamu lihat seseorang beramal dengan suatu amalan yang terdapat perselisihan pendapat ulama' padanya dan pandangan kamu tentang perkara itu berbeza, maka janganlah kau menegahnya."


Imam Ahmad ibn Hanbal berkata: "Seorang alim tidak sepatutnya menyuruh atau memaksa orang lain mengamalkan mazhabnya." (Al-Adab Al-Syari'ah oleh Ibnu Muflih)


Imam Nawawi berkata: "Seorang mufti atau seorang qadi tidak boleh memaksa pendapatnya untuk diterima oleh orang yang tidak bersependapat dengannya selagi pendapat orang itu tidak menyalahi nas al-Qur'an dan hadits, ijma' atau qias yang jelas." (Syarah Muslim, jld 2, H:24)

maksud pandangan para ulama' di atas ialah agar kita pandai menghormati pendapat orang lain walaupun pendapatnya tidak sesuai dengan pendapat kita, dalam masalah furu' (bukan dalam masalah aqidah). Dengan adanya saling hormat menghormati di antara kaum muslimin, tentu tidak akan retak hubungan ukhwah Islamiyyah yang selama ini ulama' kita jaga dan bina dengan baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kumpulan Mahalul Qiyam MP3

Al Quran Online