Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan. Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru.... dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw.
Inilah jalan kami.... Ahlussunnah Waljama'ah


Berzikir di kuburan

Antara kebiasaan masyarakat kita, selesai pengkebumian jenazah, maka diadakanlah bacaan talqin yang dihukumkan sunnat oleh ulama Syafi`iyyah. Biasanya talqin akan dilanjutkan dengan pembacaan doa tatsbit memohon agar si mati ditetapkan imannya sewaktu menghadapi soal Munkar dan Nakir. Akhir sekali dibacakanlah tahlil yang kandungannya ialah bacaan ayat-ayat suci al-Quran, tasbih, takbir, tahlil, istighfar, sholawat dan disudahi dengan doa wahbah bagi si mati khususnya dan sekalian muslimin umumnya. Zaman berzaman, inilah amalan ulama dan awam masyarakat kita apabila mengkebumikan jenazah. 

Kumpulan Mahalul Qiyam MP3

Al Quran Online